Oleh: Bernardus Gian Pratama
Memang mengerikan ketika bumi melepaskan energi dari dalam
“tubuhnya”. Seperti yang sering terjadi di Indonesia. Menurut laman resmi Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sepanjang tahun 2019, terdapat
puluhan gempa yang terjadi di seluruh Indonesia.
Namun, selama Bumi masih berputar, memang selalu ada
kemungkinan untuk terjadi gempa. Entah itu akibat pergeseran lempeng-lempeng
tektonik, gunung api, maupun karena aktivitas manusia. Berikut sejumlah fakta
tentang gempa bumi yang terjadi di dunia
- Permukaan bumi terdiri dari 20 lempeng tektonik yang terus bergerak. Peningkatan pergeseran lempeng ini dapat mengakibatkan patahan, sehingga bumi melepaskan energinya menjadi gelombang seismik hingga terjadi gempa bumi.
- The national Earthquake Information Center (NEIC) mencatat rata-rata terdapat 20.000 gempa bumi setiap tahun, di seluruh dunia. Artinya dalam sehari ada sekitar 50 gempa.
- Diperkirakan sebenarnya ada jutaan gempa bumi yang terjadi setiap tahun, namun gempa tersebut terlalu lemah untuk terekam oleh pendeteksi gempa.
- Hampir 80% dari semua gempa bumi terjadi di sepanjang tepi Samudera Pasifik, yang disebut “Ring of Fire”.
- Gempa bumi terbesar di dunia terjadi di Chile pada 22 Mei 1960 dengan kekuatan sebesar 9,5 SR. Gempa ini menewaskan 1.716 jiwa.
- Gempa bumi terbesar lainnya terjadi di bawah laut Samudera Hindia pada 26 Desember 2004, hingga memicu serangkaian tsunami yang menewaskan lebih dari 225.000 orang di 11 negara. Sebanyak 165.700 orang di antaranya adalah di pesisir barat Sumatra, Indonesia.
- Alaska merupakan negara paling rawan gempa, yang hampir setiap tahun mengalami gempa berkekuatan 7,0 SR dan berkekuatan 8,0 SR kira-kira setiap 14 tahun sekali.
